Artikel

Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati

Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati

Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati
Artikel

Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati

04 Jul 2026 Ditulis oleh: Administrator Dibaca: 109 kali
Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati

Sukses Sejati Berawal dari Kebaikan Hati

Oleh Yasir, M.Pd

 

Dalam hidup ini seringkali kita menilai orang lain sudah sukses, padahal orang tersebut mengatakan bahwa dirinya jauh dari kata sukses. Begitu juga sebaliknya, seringkali kita menilai orang lain jauh dari kata sukses, padahal orang tersebut merasa dirinya sudah sukses, bahkan dia bisa menikmati semua yang dia raih dan dia miliki.

Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Yang perlu kita pahami bersama bahwa definisi dan instrument tentang sukses setiap orang itu berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan. Ada yang menganggap memiliki uang banyak itu sukses, ada yang menganggap memiliki otak yang cerdas itu sukses, ada yang menganggap memiliki pangkat jabatan itu sukses, ada yang menganggap bisa melakukan banyak hal itu sukses, ada juga yang menganggap memiliki keluarga yang mencintainya itu sukses.

Dari definisi dan instrument tentang sukses tersebut yang berbeda itulah yang menjadikan motivasi setiap orang dalam bekerja, dalam berumah tangga, dalam berorganisasi, dan bermasyarakat sangat beragam. Sehingga sering kali menimbulkan perbedaan visi dan misi yang sangat kuat dalam lingkungan tersebut. Apapun motivasi kita dalam hidup itu sah-sah saja. Namun perlu diingat bahwa setiap niat kita, langkah kita, tindak tanduk kita dalam hidup ini selalu dicatat dan dinilai oleh Allah dan bahkan sekecil apapun yang kita kerjakan juga ada balasannya.

Dalam Al-Qur’an Surat Az-Zalzalah ayat 7 – 8 Allah SWT berfirman yang artinya ”maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”.

Untuk itu, kita tidak perlu khawatir bahwa apa yang sudah kita perbuat, apa yang sudah kita rencanakan bahkan apa yang sudah kita kerjakan untuk kebaikan, meskipun terkadang tidak kelihatan atau tidak dianggap oleh orang lain atau oleh lingkungan, yakinlah bawa Allah akan membalasnya dalam bentuk lain yang kita tidak sangka-sangka.

Teruslah tanam kebaikan sebanyak mungkin. Prinsipnya seperti menanam tumbuhan ada yang jangka pendek ada yang jangka menengah dan ada yang jangka panjang. Menanam kebaikan juga kurang lebih bisa dianalogikan seperti itu. Ada yang bisa langsung dipanen didunia, ada yang baru bisa dipanen diakhirat dan ada juga yang baru dipanen oleh anak keturunan kita.

Perlu diingat bahwa suksesnya kita hari ini ada andil besar dari jerih payah orang tua kita dalam menanam kebaikan sebelumnya. Yang kita punya saat ini tidak serta merta hasil usaha kita tapi ada banyak campur tangan orang lain, terutama orang tua kita.

Bagikan berita ini

Sebarkan informasi madrasah kepada wali murid dan masyarakat.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Informasi dan kegiatan terbaru lainnya dari MI Sultan Agung 1 Kalipoh.

Lindungi Anak Sejak Dini, MI Sultan Agung 1 Kalipoh Dukung Program Imunisasi BIAS MR dan HPV
Kegiatan Madrasah 74
Lindungi Anak Sejak Dini, MI Sultan Agung 1 Kalipoh Dukung Program Imunisasi BIAS MR dan HPV

Lindungi Anak Sejak Dini, MI Sultan Agung 1 Kalipoh Dukung Program Imunisasi BIAS MR dan HPV

03 Aug 2026 Baca
Dari Pengenalan Menuju Kepedulian: Penutupan MATA MUDA Melalui Gerakan Menanam Bersama
Kegiatan Madrasah 125
Dari Pengenalan Menuju Kepedulian: Penutupan MATA MUDA Melalui Gerakan Menanam Bersama

Dari Pengenalan Menuju Kepedulian: Penutupan MATA MUDA Melalui Gerakan Menanam Bersama

18 Jul 2026 Baca
Mari Bersama Wujudkan Pembangunan Dak Kantor MI Sultan Agung 1 Kalipoh
Pengumuman 137
Mari Bersama Wujudkan Pembangunan Dak Kantor MI Sultan Agung 1 Kalipoh

Mari Bersama Wujudkan Pembangunan Dak Kantor MI Sultan Agung 1 Kalipoh

25 Jun 2026 Baca